Rabu, 29 Oktober 2008

Si- Anto TKI Jepun

Si Anto TKI Jepun

Kisah nyata spirit seorang teman

Si Anto adalah panggilan akrab seorang teman saya. Seorang pemuda kampung yang memiliki spirit bertahan hidup luar biasa, setidaknya dalam pandangan saya dan beberapa temen yang pernah mengenalnya. Pertama kali saya mengenal pemuda ini sekitar 17 th silam , dalam kondisi yang sangat culun layaknya orang udik yang baru mengenal sabun. Pakaian dan potongan raut mukanya memang mendukung untuk dikatakan wong ndeso. Saya sendiri juga wong ndeso sehingga pertama mengenalnya menjadi seperti saudara senasib, tapi barangkali saya masih lebih beruntung daripada si Anto , setidaknya saya masih memiliki orang tua yang lengkap pada waktu itu (waktu saya sama-sama kuliah dulu), masih lancar kiriman uang kuliah tiap bulan , sedangkan si Anto hanya memiliki seorang ibu tidak setiap bulan ada kiriman uang kuliah karena di kampung adik-adiknya juga membutuhkan biaya , kalau ada kirimanpun kadang-kadang tidak cukup untuk biaya hidup, hanya cukup untuk sekedar membayar uang semesteran, saya mencoba mengurangi beban kesulitan hidup teman saya yg satu ini dengan berbagi menemani menghadapi kesulitan ini, ada banyak kisah unik yg sering kami hadapi di awal2 kami kuliah, kami pernah kehabisan kontrak kost-an dan terpaksa nginep semaleman di Masjid berteman dengan nyamuk-nyamuk , pernah juga saking kepepetnya ga punya uang pas bulan puasa pasang aspal anti bocor diatas gedung yang panasnya ga ketulungan hampir saja kami pingsan kehabisan cairan, satu hal yang saya tidak sanggup mengikuti si Anto ini kerja selepas kuliah, padahal tempat kerja sangat jauh dari depok , tempat di kerja untuk menyambung hidup dibilangan cakung, dari Cakung ke Depok adalah jarak yg sangat jauh, tapi demi bertahan hidup dan kuliahnya terpaksa ia jalani.

Kami kuliah di depok masa th 90-an , selama 3 bulan pertama kami sama sama satu kost , mulai bulan ke 4 si Anto sudah tidak kuat lagi membayar sewa kost , terpaksa dia numpang ke temen2 kampungnya yang cukup jauh dari depok , kadang-kadang juga numpang nginap di kost-an saya atau temen-temen sekelas lainnya, untungya kami seangkatan mempunyai ikatan yang cukup kuat meski ada sebagian teman-teman kami memiliki perbedaan latar belakang ekonomi yg sangat lebar dari kalangan yang sangat marginal seperti Anto dan saya sampai keluarga kelas menengah atas tapi kami berbaur sangat kuat layaknya satu keluarga, yang lebih rezekinya...sering juga memberikan pertolongan kepada yang marginal ...masa2 itu sungguh2 sangat mengesankan .

Tempat kuliah saya adalah terkenal dengan sistem DO-nya , kami berdua pada semester awal sama-sama hampir DO , gara-gara ip-nya sudah mencapai limit bawah , melewati masa percobaan pada semester ke dua adalah masa2 yg sangat mendebarkan, bersyukur kepada Allah pada semester 2 ini kami bisa memperbaiki IP sehingga untuk sementara terbebas dari ancaman DO, semester2 berikutnya nilai IP bergerak di kisaran nilai IP minimum tapi tidak sampai batas limit sehingga kuliah bisa diselesaikan meskipun sedikit molor 1 semester karena proyek tugas akhir yang memang perlu waktu untuk merancang dan merealisasikan proyek TA kami , Anto , saya dan kedua temen saya yg lain kami berempat dalam satu team proyek Tugas Akhir, pengajuan sidang sempat tertunda sampai 3 kali karena banyak hal yang harus direvisi sebelum maju ke meja sidang, pada saat sidang TA alhamdulillah berjalan lancar dan kami semua lulus dengan memuaskan tidak sampai sangat memuaskan apalagi cumlaude.

Seperti tradisi selepas lulus Anto saya dan beberapa temen mencari pekerjaan, kebetulan banyak perusahaan masih banyak membutuhkan tenaga lulusan seperti kami , bahkan salah satu teman satu team TA saya sudah diterima kerja sebelum TA kami selesai . saya mencoba berkorban untuk menyelesaikan dulu TA kami sampai selesai. Saya mencoba memahami kondisi teman saya si Anto , saya bilang ke Anto dalam bahasa jawa: “ To nek kowe arep kerjo disik ora opo-opo , ning mengko nek membahas TA kowe kudu teko (To kalau kamu mau kerja duluan ga apa-apa , tapi kalau nanti kalau mau membahas TA kamu harus datang).” Tidak lama kemudian memang si Anto ikut test seleksi karyawan salah satu perusahaan otomotif Jepang terkemuka di Indonesia , setelah melewati beberapa tahap seleksi akhirnya diterima juga kerja di perusahaan ini.

Dia bekerja pertama kali kalau tidak salah di bagian gudang material, merasa kurang cocok dia hanya bertahan 2 tahun , dia minta pindah ke bagian service , sama atasannya di ijinkan tetapi harus mengikuti seleksi lagi dan wawancara user, lagi-lagi beruntung dia bisa bergabung di bagian service di bilangan Sudirman jakarta , di bagian service ini dia banyak belajar , setiap hari bawaanya buku manual service mobil. Rupanya disini dia juga tidak bertahan lama hanya bertahan 1 tahun dan kebetulan kondisi pasar otomotif sedang lesu karena krisis ada penawaran rasionalisasi, dia ambil paket ini , selama satu tahun kemudian dia menjadi pengangguran , waktu itu dia masih satu kontrakan sama saya , hanya jarang nginep di kontrakan lebih banyak nongkrong di mushola ujung kapling bersama mbah Kusdi penjaga mushola, selebihnya saya jarang tahu aktivitasnya , karena tidak lama kemudian saya pindah dari bilangan bekasi utara ke Jakarta timur untuk meneruskan kuliah.

Selama 1 tahun lebih saya tidak pernah kontak karena kesibukan masing-masing , dan ketika saya main ke basecampnya saya mendapat kabar dari teman satu kampungnya kalau dia sedang pendidikan di Bandung, saya tanya ke kawan “Pendidikan Apaan?” , Jawabnya “Pendidikan fisik ala militer untuk persiapan menjadi TKI”, “Hah”, saya kaget dalam hati “Si Anto mau jadi TKI?kenapa ga ngajak-ngajak” ,...dalam obrolan bersama temennya terungkap niatnya yg sudah satu tahun ini dia persiapkan jadi TKI, pantesan waktu terakhir kali saya bertemu dia getol banget belajar bahasa jepang...rupanya buat persiapan menjadi TKI di jepang to, sekitar th 1999 akhir dia berangkat ke Jepang selama 3 tahun kemudian dia bekerja di sana sekitar akhir 2002 dia kembali ke Indonesia, sudah banyak sekali modal yg dia bawa pulang , saya kurang tahu persis yang jelas dia langsung beli tanah cukup luas dan membangun rumah sekaligus melamar gadis pujaan satu komplek dimana kami dulu tinggal, saya hadir sendirian tidak mengajak istri di acara resepsi pernikahannya yang cukup meriah , ketika salaman saya bisik2 : “ hebat loe To , pulang baru seminggu langsung merit” . selama dua tahun lebih kemudian dia bekerja pindah-pindah di sekitar jakarta . setelah anaknya lahir dan sudah berusia kurang lebih setahun... rupanya...dia masih ketagihan uang jepang ...tahun 2005 kembali lagi berangkat dengan raja tega meninggalkan anak dan istrinya...waktu mau berangkat ke jepang pamitan ke rumah saya di kampung cibitung , sayangnya saya tidak ketemu saya sedang pendidikan di luar kota, hanya mendapatkan cerita dari istri , si Anto kemarin main pamitan mau berangkat lagi jadi TKI tapi ga jelas kenegara mana, bulan agustus 2008 saya iseng-iseng main ke komplek kost saya dulu di bilangan bekasi utara , pertama kali saya tanya alamat si Amin temennya Anto sama anak kecil di depan rumah yg menurut perkiraan saya bekas kostan saya dulu karena bangunan2 sudah banyak berubah , hanya rumah mertua adik si Anto yang masih lamat2 teringat posisinya dan benar tidak lama kemudian mertua adik si Anto keluar nimbrung perbincangan saya sama anak kecil yg ternyata cucunya, si Ibu ternyata masih mengenali saya , dalam pembicaraan dengan si Ibu saya dikasih tahu bahwa Anto baru saja balik dari Jepang , dan ngasih tahu alamat rumah menantu dan rumah Anto yang tidak jauh dari rumah si Ibu ini, dengan diantar cucunya tadi saya pergi ke rumah adik si Anto dan betul disana ketemu adiknya Anto , saya ngobrol2 sambil kontak dan nunggu si Anto kami bercerita kabar masing2, cerita temen satu kost-kostan dulu satu per satu. Setelah hampir setengah jam si Anto nongol dan kami pun diajak kerumahnya,...wah rumahnya lumayan bagus tanahnya masih nyisa cukup luas ...sudah ada gerobak jepangnya pula ...bersyukurlah kawan kamu lebih sukses daripada saya, saya belum punya rumah selayak kamu,...saya belum punya gerobak setiap hari masih pake kuda jepang yang kakinya Cuma dua ...terima kasih kawan mudah2an spiritmu menular ke saya , setidaknya saya bisa belajar survive , hidup dari seadanya dan hidup menghadapi kesulitan dan keterbatasan, ada phrase2 motivasi dari seorang leader candidat yang sepertinya sudah kamu terapkan sejak pertama kali kamu menjejakan kota Metropolis ini , You Always Done the Phrase : “ If there is will , There is a way “. Dalam pandangan umum barangkali sulit melihat kriteria sukses, tetapi paling tidak kamu sudah sukses keluar melewati kepahitan hidupmu dan hidup secara lebih layak saat ini, sukses selalu kawan, saya akan menempuh jalan yang berbeda tidak sama dengan kamu ...tapi insyaAlloh 2 atau 3 tahun lagi saya akan lebih baik dari hari ini ...semoga Allah meridloi.

Tidak ada komentar: